
Ketika menghadapi masalah hukum, memilih advokat bisa terasa membingungkan. Ada yang mendapat rekomendasi teman, menemukan informasi di internet, atau langsung membandingkan biaya. Semua itu boleh menjadi bahan pertimbangan, tetapi jangan berhenti pada nama atau harga saja.
Anda juga perlu memahami siapa yang menangani perkara, apa saja pekerjaan yang disepakati, bagaimana risiko dijelaskan, dan bagaimana biaya dihitung. Berikut hal yang bisa ditanyakan sebelum memutuskan menggunakan jasa advokat.
Tanyakan nama lengkap, identitas profesional, organisasi profesi, serta siapa yang akan menangani pekerjaan sehari-hari. Anda boleh meminta penjelasan mengenai pengalaman yang relevan dengan jenis persoalan Anda. Pengalaman pada perkara serupa dapat membantu, tetapi bukan jaminan bahwa hasilnya akan sama.
UU Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat mengatur profesi advokat, termasuk persyaratan profesi, hak, kewajiban, dan honorarium. Anda dapat membaca naskah dan informasi statusnya melalui Database Peraturan BPK: UU Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.
Advokat sebaiknya membantu Anda memahami pilihan yang mungkin ditempuh, misalnya negosiasi, mediasi, pengaduan, atau proses pengadilan jika sesuai. Tanyakan apa kelebihan dan kekurangan tiap pilihan, bukti apa yang diperlukan, berapa lama proses mungkin berlangsung, serta hal apa yang masih belum pasti.
Waspadai janji seperti “pasti menang” atau “hasil dijamin”. Keputusan dan hasil perkara tidak ditentukan oleh satu pihak saja. Hasilnya dapat dipengaruhi fakta, bukti, aturan, proses, dan penilaian pihak yang berwenang.
Jangan sungkan membicarakan biaya sejak awal. Tanyakan:
Mintalah rincian tertulis yang mudah dipahami. Kesepakatan yang jelas membantu mencegah salah paham di kemudian hari.
Tanyakan siapa narahubung Anda, bagaimana perkembangan perkara akan disampaikan, dan melalui kanal apa dokumen sebaiknya dikirim. Tidak semua pesan harus dibalas seketika, tetapi cara komunikasi yang disepakati membuat Anda tahu bagaimana meminta kabar dan menyampaikan informasi penting.
Di sisi lain, klien juga perlu memberikan informasi yang benar dan lengkap, termasuk fakta yang mungkin tidak menguntungkan posisinya. Menyembunyikan fakta penting bisa mengganggu penilaian risiko dan penyusunan langkah.
Perkara mungkin melibatkan identitas, data keuangan, dokumen keluarga, informasi bisnis, atau komunikasi pribadi. Tanyakan bagaimana dokumen akan disimpan, siapa yang dapat mengaksesnya, dan bagaimana dokumen dikembalikan setelah pekerjaan selesai. Kirimkan hanya dokumen yang relevan melalui cara komunikasi yang disepakati.
Jika tidak ada tenggat yang mendesak, luangkan waktu untuk membaca kesepakatan jasa hukum sebelum menandatanganinya. Pastikan Anda memahami identitas para pihak, ruang lingkup pekerjaan, honorarium, kewajiban masing-masing, dan mekanisme jika hubungan jasa hukum berakhir.
Memilih advokat bukan soal mencari orang yang menjanjikan hasil paling besar, melainkan menemukan profesional yang mampu menjelaskan masalah secara jujur, bekerja sesuai kesepakatan, dan membantu Anda memahami pilihan yang tersedia.
Artikel ini merupakan informasi umum. Kebutuhan dan kesepakatan layanan dapat berbeda sesuai jenis serta kompleksitas perkara.